Yuk Belajar Menulis dari Biografi Tere Liye

Menulis adalah belajar memahami makna akan kihidupan. Semakin sering seseorang menulis dalam hidupnya, semakin dalam pemahamannya akan hidup ini. Selain itu, menulis pada adalah proses berfikir dan menakar akan wawasan dan pengetahuan. Membaca karya-karya tereliye sungguh membuat saya berfikir banyak hal tentang makna hidup. Karena banyak sekali novel maupun artikelnya yang menginspirasi dan memberikan pemahaman akan hidup. Maka, saya selaku pembaca karya-karya merasa sangat penasaran dengan perjalan hidupnya.

Bagi tokoh, dalam hal pengarang atau penulis untuk mengenalnya lebih dekat yang bisa kita lakukan adalah membaca biografinya. Tidak terkecuali ketika kita memutuskan untuk mengenal sosok tereliye, maka kita perlu membaca bigorafi Tereliye. Pada kesempatan ini yuk kita belajar menulis lewat bigorafi Tereliye

Biografi Tereliye

Ada apa dengan biografi Tereliye? Yang pasti banyak pelajaran yang bisa diambil khususnya dalam hal tulis menulis. Beberapa waktu belakangan ini, siapa yang tidak kenal dengan sosok Tereliye? Dia merupakan figur penulis yang mampu menghipnotis dan membuat terheran sekaligus terkagum-kagum masyarakat Indonesia melalui karya-karyanya. Tapi, yang menarik adalah meski dia mampu menyihir pembacanya, sosok penulis yang satu ini bisa dibilang cukup misterius. Saya dulu awalnya tidak mengetahui dengan jelas apakah Tereliye ini berjenis kelamin laki-laki atau malah perempuan. Karena begitu misteriusnya sosoknya. Bisa jadi ini adalah pilihan si Tereliye yang ingin menjaga privasinya. Bahkan ia nyaris tidak begitu suka disorot kamera atau tampil dilayar kaca. Meski demikian ia begitu banyak digemari oleh pembaca Indonesia bahkan negara tetangga.

www.pexels.com

Nama Tere Liye bukanlah nama asli pemberian orangtuanya, melainkan hanya nama pena yang selalu disematkan dalam setiap novelnya. Nama aslinya adalah Muhammad Darwis. Sehari-hari ia bekerja sebagai karyawan kantoran dan berprofesi sebagai akuntan. Dengan tampilan khas yang sering menggunakan kupluk dan baju casual,Tere Liye mengatakan bahwa menulis baginya adalah hobi. Sebenarnya nama Tere Liye sendiri berasal dari bahasa India yang berarti “untukmu”.

Menurut info yang cukup valid, bahwa Tereliye ini lahir pada tanggal 21 Mei 1979 di daerah pedalaman Sumatera Selatan yang mana keluarganya merupakan petani seperti kebanyakan orang kampungnya. Ia merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara. Meski demikian, kehidupan kecil Tereliye cukup bahagia walau dengan keluarga petani yang sederhana. Maka, pada saat sekarang bekas kebahagian masa kecilnya itu tetap ada sampai sekarang yaitu dengan pembawaan yang sederhana.

Tereliye memulai perjalanan akademiknya di SDN 2 Kikim Timur yaitu di pedalaman wilayah Sumatera Selatan. Setelah menamatkan SD dan SMP, ia melanjutkan sekolah menengah atas (SMA) di SMAN 9 Bandar Lampung. Selesai di Bandar Lampung, dia merantau ke ranah betawi yaitu melanjutkan studi ke Universitas Indonesia dan mengambil jurusan Ekonomi di Fakultas Ekonomi.

Hingga artikel ini dimuat Tereliye tercatat telah menelurkan 21 Karya yang mana sebagian besarnya adalah Novel-novel best seller bahkan beberapa juga diangkat ke layar lebar. Meski saya yakin dan percaya ada karya-karya beliau yang belum terdata dan terpublikasi.

Adapun karya Tereliye yang berhasil saya data adalah Hafalan Shalat Delisa, Mimpi-Mimpi Si Patah Hati, Moga Bunda Disayang Allah (2005), The Gogons Series: James & Incridible Incodents, Rembulan Tenggelam di Wajahmu, Cintaku Antara Jakarta dan Kualal Lumpur (2006), Sang Penandai (2007), Senja Bersama Rosie, Bidadari-Bidadari Surga (2008), Burlian (2009), Pukat, Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin (2010), Eliana, Serial Anak-Anak Mamak, Ayahku (Bukan) Pembohong (2011), Bumi (2014), Bulan, Bintang, Komet,  Batozar dan masih banyak yang lainnya.

www.pexels.com

Yuk Belajar Menulis dari Tere Liye

Sebenarnya biografi Tereliye belum banyak yang mengulas, karena ia lebih dikenal karena karya-karya. Jadi, kami hanya bisa merilis sebagian kecil tentang Tereliye. Tapi, untuk lebih dekat dengan sosok ini dan kalau Anda ingin menjadi penulis hebat layaknya Tereliye. Ada baiknya kita intip trik dan tips menulis ala Tereliye berikut ini.

  1. Menulislah Tapi dengan Sudut Pandang Yang Beda

Setelah, kita mengenal sekilas sosok ini lewat biografi tereliye yang ringkas diatas. Sekarang kita akan intip yang menjadi rahasi sukses Tereliye dalam menulis. Seperti karya-karya hebat pada umumnya, menurut Tereliye sudut pandang yang unik dan spesial haruslah diperhatikan. Apabila sebuah karya tulis entah itu cerpen ataupun novel, termasuk sebuah buku fiksi atau non-fiksi, memiliki kesamaan seperti kebanyakan buku-buku lainnya, maka hal itu tidak akan unik apalgi menarik perhatian.

Sebuah novel menjadi istimewa, meledak pembacanya, bagus, dan bisa menjadi salah satu buku best seller? Alasannya dan penyebabnya itu karena sudut pandang yang unik dari pengarangnya. Jadi trik pertama adalah menemukan sudut pandang yang berbeda.

  1. Amunisi dan Bahan Bakar dalam Menulis

Trik kedua dari Tereliye dalam menulis adalah Amunisi dan Bahan Bakar dalam menulis. Misalnya seperti sebuah teko, jika teko tidak ada isinya, bagaimana cangkirnya bisa penuh? Tidak bisa! Karena itulah teko harus ada isinya. Pada trik kedua ini, amunisi dan bahan bakar yang dimaksud disini adalah materi atau ide sebagai bahan tulisan. Bagaimana caranya, hal ini bisa dilakukan dengan membaca buku, mengadakan perjalanan ke suatu tempat, berdisikusi atau bisa juga mendengar cerita dari orang yang kita tuakan dan kita anggap banyak pengalamannya.

  1. Menulis Kalimat Pertama Itu Mudah

Adapun trik ketiga dari tereliye adalah menulis kalimat pertama itu mudah. Artinya jagan terlalu banyak berfikir ketika hendak menuliskan kalimat pertama. Selaint itu, selain menulis tanpa berfikir, maka selanjutnya, sebagai tambahan, hapus kalimat atau paragraf pertama yang ditulis asal. Artinya  kalau menulis di paragraf awal itu asal-asalan saja. Nanti kalau sudah jadi beberapa paragraf panjang, baru hapus kalimat pertama tadi.

  1. Gaya Bahasa Terbentuk Karena Terbiasa Menulis

Trik keempat dari Tere Liye mengenai gaya bahasa juga tak perlu banyak dipikirkan. Selama kita rajin menulis secara konsisten, maka gaya bahasa akan terlatih dengan sendirinya. Beda halnya dengan menyelesaikan sebuah naskah novel, kalau memang mentok, bingung mau menulis apa lagi, maka sudahi tuliskan saja di bawah naskah itu dengan tulisan ‘TAMAT’. Artinya novel sudah selesai. Tere mengambil contoh novelnya “Hapalan Sholat Delisa”. Pada waktu menulis novel tersebut, dia bingung mau melanjutkan ceritanya ketika di halaman 50-an. Akhrinya dia mengetik saja kata “TAMAT,”. Pun, kalo kita menulis artikel untuk Jasa Penulis Artikel. Penting sering-sering menulis sehingga terbentuk gaya penulisan Anda yang khas.

www.pexels.com
  1. Menulis tanpa Lelah

Sama seperti tips menulis pada umumnya, satu-satunya yang meningkatkan keahlian dalam menulis adalah dengan terus menulis. Trik ini adalah rahasia pamungkas dari Tere Liye.  Memperkuat trik ini dengan pengalamannya ketika mengikuti seminar, dan membuktikan saran konsistensi ini dengan karya-karya best-seller-nya.

Karena menurut Tereliye tidak ada upaya dan cara lain untuk menjadi penulis hebat melainkan latihan… latihan… dan latihan.  Maka jangan berhenti meulis, dan jangan lelah untuk selalu menulis.

Nah, itulah sekilah dan bigorafi tereliye yang mana saya sangat terbatas informasi tentang sosok penulis yang satu ini. Hanya yang jelas, kita bisa memetik hikmah walau hanya bigorafi yang tidak lengkap ini. Ditambah dengan mengamalkan trik dan tips menuis ala Tereliye yang telah kita paparkan di atas. Hikmah Anda dapatkan bisa Anda tambahkan dengan melihat artikel di Jasa Penulis Artikel. Selamat mencoba!