Cara Mengatasi Bayi Lemas

Mari belajar tentang penyebab, ciri, dan cara mengatasi bayi lemas. Lebih parahnya ada lho bayi yang mengalami kelumpuhan hingga kesulitan menyusu, yang demikian adalah indikasi bahwa si kecil tengah mengalami gangguan kesehatan. Biasanya gangguan kesehatan jika terjadi pada anak-anak akan ditandai dengan demam tinggi yang mendadak, ini disebabkan karena kemungkinan infeksi baik dari virus maupun bakteri. Karena masalah ini, anak akan mengalami; radang tenggorokan, infeksi saluran pencernaan, infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran kemih, demam berdarah, dan tifus. Yang demikian adalah gambaran umum yang sering terjadi pada anak-anak.

Komponen penting pada tubuh manusia seperti tulang dan otot yang berperan pada pergerakan-pergerakan sesuai perintah otak. Fungsi dari tulang dan otot adalah untuk membentuk struktur tubuh dan menggerakkan tubuh. Bila orang tua menyadari adanya kelainan pada bayi maka sebaiknya pemeriksaan ke dokter harus segera dilakukan. “Tandanya bisa berupa bayi lemas, bentuk kaki seperti busur, tidak bisa menegakkan kepala setelah berusia beberapa bulan, dan lainnya,” ungkap Dr. Hermawan Suryadi, Sp.S, dokter ahli saraf dari Klinik Neuropaikiatri dan Revitalisasi di Jakarta.

Serabut otot manusia rata-rata kuat dan kaku namun terkadang ada seorang bayi yang mengalami otot-otot lemas karena suatu kondisi yang disebut hipotonia. Hipotonia biasa disebut dengan sindrom flopy baby atau sindrom bayi lemas. Yakni berupa kondisi di mana otot-otot sangat lunak. Sehingga ia terlihat lunglai, lemas, dan lembek tak berdaya. Bayi dengan kondisi ini memiliki otot-otot yang sangat longgar dan elastis. Akibatnya bayi akan mengalami kesulitan menghisap atau menguyah, karena otot-otot bayi tidak bisa mengontrol kontraksi dan relaksasi. Padahal bayi ini memiliki bagian tubuh yang lengkap, namun karena keadaan otot yang lemah ini, bayi dengan sindrom lemas akan nampak lebih terkulai dan lembek.

 

Setelah mengetahui bahayanya sindrom bayi lemas ini, jangan sampai ini terjadi pada bayi newborn Anda. Kami telah merangkup fakta tentang bayi dengan sindrom lemas :

www.pexels.com

Ciri-ciri hipotonia

Hipotonia biasanya terjadi pada saat kelahiran, namun sering juga dijumpai pada saat bayi berusia 6 bulan.

Faktanya mayoritas bayi yang lahir ke dunia, dilengkapi dengan massa otot yang bagus. Ini berpengaruh terhadap sikap bayi yang suka memukul dan menendang dengan kaki kecilnya.

Sayangnya, bayi baru lahir yang mengidap hipotonia tidak akan bisa bergerak maksimal, karena otot-otot pada lengan dan kaki yang sedang bermasalah. Saat bayi dengan sindrom lemas ini tumbuh besar, bayi akan kehilangan tonggak pentingnya. Contohnya, bayi tidak mampu mengangkat kepala saat merangkak.

 

Hipotonia dapat diindikasi dengan gejala umum yang sering terjadi, termasuk di antaranya :

  1. Kontrol kepala yang buruk. Saat bayi Anda tidak dapat mengontrol atau mengendalikan otot lehernya, kepalanya akan jatuh ke depan, ke belakang, bahkan ke samping tanpa kontrol yang baik.
  2. Terasa lemas, terlebih ketika Anda tengah menggendong bayi tersebut. Bila Anda menggendongnya dari bawah ketiak, maka lengan bayi dapat dengan mudah naik tanpa adanya perlawanan, seolah ia bisa menyelinap melalui tangan Anda.
  3. Lengan dan kaki menggantung lurus, hal ini adalah abnormal dan merupakan tanda dari hipotonia. Karena pada umumnya, bayi beristirahat dengan lengan dan kaki yang tertekuk.
  4. Terjadi masalah pada otot mulutnya. Terkadang kondisi ini menyebabkan si kecil kesulitan menghisap dan menelan.
www.pexels.com

Penyebab bayi lemas

Dilansir dari laman website boldsky.com, ada beberapa hal yang menjadi penyebab bayi mengalami sindrom flopy baby. Perihal ini pihak National Institute of Health, menjelaskan beberapa penyebab bayi lemas, di antaranya :

  1. Pembentukan yang kurang sempurna pada masa kehamilan.Apabila terjadi masalah yang cukup serius saat pembentukan otak dalam kandungan, maka ha ini berpotensi menyebabkan terjadinya hipotonia.
  2. Down Syndrome. Bayi yang terlahir dengan down syndrome mengalami rasa sakit saat bergerak, karena kekuatan otot yang lemah saat lahir. Hal ini akan mengakibatkan bayi terjangkit hipotonia.
  3. Celebral Palsy (CP), adalah gangguan sistem motorik akibat adanya kerusakan pada jaringan otak. Kondisi ini bisa terjadi bahkan sejak bayi dalam kandungan maupun saat bayi telah lahir. Orang tua harus terus memantau perkembangan buah hati. CP berupa kondisi umum yang menyebabkan gangguan pada otot, hal ini membuat tonus otot rendah. Hingga kini penyebab pasti dari Celebral Palsy belum bisa diketahui secara pasti. Namun beberapa hal dapat menjadikan faktor penyebab terjadinya PC, seperti ; kelainan pembentukan saraf kepala janin, janin yang terinfeksi, minum obat sembarangan saat hamil dan sebagainya.
  4. Infeksi pada otak atau otot. Ketika bayi terlahir dengan hipotonia, maka semakin usianya bertambah, kemungkinan gangguan otot yang dialami akan semakin memburuk, jika tidak segera mendapatkan penanganan khusus.
  5. Proses kelahiran yang tidak sempurna. Misalnya bayi lahir mengalami kekurangan oksigen, bayi yang lahir dengan cara divakum, bayi yang lahir dengan berat badan rendah, bayi dengan bilirubin tinggi (bayi kuning) meski faktanya bayi yang lahir kuning tidak selalu mengalami lemas.
www.pexels.com

Tes dan diagnosa hipotonia

Banyak penyebab hipotonia terjadi pada bayi. Untuk mengetahui secara detail penyebab bayi lemas, mungkin akan memakan waktu yang tidak sedikit. Dokter biasanya akan mempelajari riwayat medis bayi Anda serta melakukan pemeriksaan fisik tubuh bayi. Sebagai contoh pemeriksaan untuk mengecek penyebab bayi mengalami sindrom flopy baby :

  1. Keterampilan motorik bayi. Berupa kecepatan gerak yang bisa dilakukan oleh sang bayi.
  2. Keterampilan sensorik. Berupa apa yang dilakukan bayi terhadap suatu rangsangan.
  3. Keseimbangan tubuh
  4. Koordinasi
  5. Status mental, untuk mengetahui apakah bayi mengalami down syndrome atau tidak.
  6. Gerakan cepat bayi ketika terjadi sesuatu. Keenan tes ini adalah tes fisik yang dilakukan dokter dengan indikasi flopy baby syndrome.

 

Tak sampai di sini, dokter juga akan melakukan :

  1. CT scan atau MRI
  2. Tes darah
  3. Elecyromyography(EMG) ini untuk mengukur seberapa baik saraf dan otot bekerja pada tubuh bayi.
  4. Electroencephalogram(EEG) untuk mengukur aktivitas listrik di otak.
  5. Pengecekan tulang belakang. Hal ini bertujuan untuk mengukur tekanan yang terjadi pada tulang belakang. Tes ini dilakukan dengan cara mengambil cairan di sekitar sumsum tulang belakang untuk melakukan pengujian.
  6. Biopsi otot, hal ini untuk mendapatkan contoh jaringan otot yang akan digunakan sebagai sampel pembelajaran lebih lanjut.
  7. Tes genetik. Untuk mengetahui apakah ada faktor keturunan yang berkaitan dengan sindrom bayi lemas ini.
www.pexels.com

Cara mengatasi bayi lemas

Setelah mengetahui aneka penyebab hipotonia pada bayi, maka biasanya dokter akan mencoba mengobati kondisi ini terlebih dahulu :

  1. Jika penyebabnya adalah infeksi otot, maka dokter akan meresepkan obat untuk masalah otot ini.
  2. Jika penyebabnya adalah faktor genetik, maka sindrom ini tidak dapat diobati, bahkan buah hati terancam mengalami kondisi tersebut seumur hidupnya. Anda tidak harus pasrah dan khawatir berlebihan. Tuhan tidak akan menciptakan makhluk dengan kesia-siaan. Anda masih bisa untuk terus berusaha agar buah hati dapat hidup mandiri. Caranya dengan melakukan terapi untuk meningkatkan kemampuan otot serta memperkuat koordinasi sang anak. Berikut yang dapat Anda lakukan sebagai bagian dari usaha ketika Anda memiliki anak hipotonia atau cara mengatasi bayi lemas sebab faktor genetik :
  3. Program stimulasi sensorik. Program yang satu ini dapat membantu sang bayi untuk merespon penglihatan, suara, sentuhan, penciuman, dan rasa kepada rangsangan yang diberikan terhadap bayi hipotonia.
  4. Terapi Okupasi. Terapi ini dapat membantu buah hati mendapatkan keterampilan motorik halus yang penting untuk kegiatan sehari-hari.
  5. Terapi Fisik. Hampir sama dengan terapi Okupasi. Terapi fisik ini dapat membantu anak untuk mrngontrol atau mengendalikan gerakannya. Terapi ini diklaim dapat meningkatkan kekuatan massa otot dari waktu ke waktu.
  6. Terapi bicara bahasa. Ini adalah terapi yang terakhir dan dikhususkan untuk membantu mengatasi masalah pernapasan, berbicara, dan menelan pada anak.

Semua cara mengatasi bayi lemas pada penderita hipotonia kongenital jinak, mungkin tidak memerlukan terapi apapun. Kendati bayi yang mengalami sindrom flopy baby ini harus menemui dokter untuk mengatasi masalah, berupa penyebab terjadinya lemas juga cara mengatasi bayi lemas pada masalah terkait. Seperti masalah di lokasi persendian. Sebelum bertambah parah, lebih baik cegah dan ketahui penanganannya secar tepat ya!

Bayi lemas dapat dideteksi sejak masa awal tumbuh kembang bayi. Misalnya dengan mengamati gejala atau fungai refleksnya. Normalnya, bayi berusia 3-4 bulan telah mampu untuk meraih mainanya. Pada usia 5 bulan tangan bayi akan menyambut ke atas bila menyadari dirinya akan diangkat atau digendong. Bayi usia 6-7 bulan telah mampu duduk. Bayi usia 10-14 bulan biasanya mulai dapat berjalan. Nah, hal ini dapat dilakukan sebagai cara mengatasi bayi lemas sedini mungkin.

 

Dengan mengetahui sedini mungkin anak mengidap sindrom lemas, orang tua dapat memaksimalkan kualitas hidup sang buah hati. Bahkan jika kondisi anak masih ringan, diharapkan akan kembali normal kembali. Pemeriksaan kehamilan secara rutin, sejak awal hingga akhir juga dapat mencegah terjadinya sindrom flopy baby.Ibu hamil tidak boleh mengabaikan gangguan saat hamil, seperti muntah-muntah hebat dan dehidrasi yang parah. Ibu hamil juga harus menjaga betul asupan makanan pada dirinya, jangan sampai mengalami keracunan, karena itu dapat memicu faktor Celebral Palsy yang mengakibatkan bayi menjadi lemas.

 

Peran orang tua sangatlah penting dalam cara mengatasi bayi lemas. Orang tua bisa memperkirakan kemampuan apa saja  yang dapat dicapai anak kelak. Misalnya apakah anak bakal mampu berjalan sendiri atau sebaliknya dan kegiatan sehari-hari lainnya. Orang tua harus mengusahakan yang terbaik bagi buah hatinya, dengan mengikuti berbagai macam terapi, diharapkan yang terbaik untuk biah hati. Untuk mencapainya, orang tua dituntut untuk berupaya tanpa kenal lelah, serta sikap optimisme dan realistis. Para orang tua bisa meniru sikap ibunda dari Christy Brown yang mana kisah sejatinya diangkat dalam film “My Left Food” beliau tetap gigih untuk memaksimalkan kemampuan putranya.

 

Terkadang bayi lemas itu karena kurangnya zat besi dalam tubuh dan cara mengatasi bayi lemas pada kasus ini adalah dengan memberikan asupan makanan yang mengandung zat besi pada buah hati. Maka tak heran jika saat hamil dan menyusui seorang ibu disarankan untuk mengkonsumsi vitamin penambah zat besi oleh petugas kesehatan.

 

Si kecil yang mengalami kekurangan asupan zat besi ditandai dengan pucat yang berlangsung lama, adanya gejala komplikasi seperti lemas pada buah hati, mudah lelah, turunnya daya tahan tubuh terhadap infeksi dan gangguan perilaku anak.

 

Menemukan cara mengatasi bayi lemas ini kerap membuat para orang tua bingung. Faktanya bayi belum mampu berbicara untuk menunjukkan kemauannya. Sebagai contoh, ketika lapar bayi akan menangis, mengantuk, buang air, atau benar-benar sakit bayi juga akan menangis. Orang tua sebisa mungkin untuk dapat mengenali gejala-gejala awal yang tidak biasa pada bayi.

 

Supaya dapat mengenal gejala serius pada bayi lebih awal, maka sebaiknya orang tua sebisa mungkin tidak panik dalam mengamati pergerakan pada bayi. Tidak panik adalah langkah awal yang sangat bijak bagi setiap orang tua. Anda dapat mengamati perubahan pada bayi dengan seksama, jika :

  1. Tangisannya terdengar tidak biasa dan terjadi terus-menerus. Suara bayi bisa kencang dengan nada yang sangat tinggi atau sebaliknya, yang terdengar hanya tangisan yang sangat lemah.
  2. Tubuh bayi terkulai saat diangkat atau bayi tampak lebih sering mengantuk dari pada biasanya.
  3. Wajah bayi tampak pucat atau munculnya bintik serta jerawat.
  4. Muntah banyak, terlebih jika muntahnya berwarna hijau.
  5. Tidak mau menyusu atau makan seperti biasanya.
  6. Lebih sedikit urine pada popoknya
  7. Terdapat darah pada tinjanya
  8. Suhu tubuh bayi lebih dari 38 derajat Celsius, terutama pada bayi di bawah 3 bukan
  9. Suhu tubuh bayi rendah atau di bawah 36 derajat Celsius.
  10. Suhu tubuh bayi yang tidak kunjung turun setelah diberikan paracetamol atau obat penurun panas.
  11. Susah bernapas, napasnya pendek, atau terdengar bunyi yang tidak biasa saat bayi bernapas
  12. Muncul ruam berwarna ungu pada bayi dan tidak hilang setelah digulirkan gelas di atasnya
  13. Bayi mengalami kejang untuk pertama kalinya

Catatan, beberapa bayi baru lahir (newborn) dengan kondisi tertentu lebih berisiko mengalami penyakit serius dibanding yang lain.

 

Ulasan di atas untuk menjadi tambahan bagi orang tua agar selalu tanggap pada apa yang terjadi pada buah hati. Dalam sebuah kasus bayi lemas yang sempat terjadi, dokter sempat memberikan infus karena selain bayi lemas, bayi juga tidak mau menyusu. Hasil pemeriksaan saat itu menunjukkan oegan dalam seperti paru-paru dan jantung dalam kondisi baik. Namun, karena dalam perkembangannya bayi tersebut mulai tidak dapat bernapas sendiri, dipakaikanlah alat bantu berupa ventilator. Dalam tahap ini ternyata bayi tidak mengalami infeksi apapun, maka selanjutnya bayi dirujuk kepada pakar metabolisme. Kata dokter yang menangani, “Di situ mendapatkan tes darah tapi kok darahnya asam terus? Darah asam itu bisa karena pendarahan hebat, diare hebat, dan juga ginjal. Nyatanya bayi tidak mengalami diare, dari situ dapat diambil kesimpulan bahwa bayi mengalami gangguan metabolisme.”

 

Cara mengatasi bayi lemas memang bermacam-macam. Hal ini disesuaikan dengan penyebab terjadinya lemas. Terkadang hanya merupakan anemia, dehidrasi, malnutrisi(kekurangan energi dan protein), gangguan elektrolit maupun gangguan saraf. Proses pengobatannya pastinya bakal dilakukan sesuai drngan penyebabanya. Pemeriksaan ke dokter adalah saran kami bagi Anda yang memiliki bayi dengan kondisi lemas. Demikian artikel ini kami buat. Semoga bermanfaat dan berkah berlimpah untuk kita semuanya. Aamiin