Tips Memilih Concrete Pump untuk Bangunan

Pembuatan konstruksi bangunan dulu dan kini jelas berbeda. Jika beberapa puluh tahun yang lalu, tenaga manusia menjadi pilihan yang paling utama dalam setiap proyek pembangunan, lain halnya dengan masa kini. Di mana, kini telah banyak tersedia alat bantu untuk menunjang proyek pembangunan agar lebih efektif dan efisien.

Pekerjaan penting untuk konstruksi bangunan, seperti pengecoran, kini tak semata-mata mengandalkan tenaga manusia. Apalagi, jika yang dikerjakan adalah konstruksi besar, seperti rumah atau gedung. Salah satu alat bantu dalam pengerjaan pengecoran adalah concrete pump atau biasa disebut dengan pompa adonan beton.

Sebagian dari Anda yang jarang berkecimpung di bidang teknik sipil atau maslaha pembangunan mungkin masih awam dengan istilah concrete pump ini. Concrete pump merupakan alat bantu atau mesin tambahan yang dirancang khusus untuk memompa atau menyalurkan adonan beton cair ke tempat pengecoran. Alat ini sangat membantu dalam proses pembangunan struktur beton bertulang, seperti pada rumah bertingkat atau gedung-gedung tinggi. Dengan menggunakan alat bantu semacam ini, beton akan mudah tersalurkan dengan cepat dengan hitungan menit saja per kubiknya.

Jenis Concrete Pump

Namun demikian, memilih concrete pump tidak bisa sembarangan. Ada beberapa tips memilih concrete pump yang perlu Anda perhatikan. Tips pertama, kenali kebutuhan penggunaannya. Sebab, masing-masing jenis concrete pump berbeda pula peruntukannya. Berikut ini kami kenalkan beberapa jenis concrete pump yang biasa digunakan untuk konstruksi bangunan:

pxhere.com
  • Concrete Pump Portable/Pompa Kodok: Sesuai dengan namanya, pompa ini merupakan pompa portable yang mudah dibawah mobilisasi. Jenis pompa ini biasanya digunakan untuk pengerjaan bangunan proyek yang sulit dijangkau di daerah sempit, misalnya seperti pondari PLN, pondasi menara telepon, pembangunan di gang atau jalan sempit yang tidak bisa dilalui mobil, pelabuhan, subway, dan sebagainya.
  • Concrete Pump Standard: Jenis pompa standard biasanya digunakan untk pengerjaan bangunan-banguanan standard, seperti ruko, rumah, dan sebagainya yang merupakan bangunan dengan tinggi di bawah 20 meter. Pipa beton yang biasa digunakan, yaitu di bawah 60 meter dengan cconcrete pressure antara 4 mpa atau 40 bar sampai 7 mpa atau 70 bar.
  • Concrete Pump Mini: Jenis pompa ini menggunakan truck mini yang merupakan concrete pump dari Jepang. Biasanya jenis ini digunakan untuk bangunan di jalan sempit dan ada portal atau yang hanya bisa dilalui mobil diesel. Bangunan yang biasa menggunakan alat ini, seperti rumah di dalam gang atau rumah-rumah dengan 1 sampai 2 lantai di dalam gang atau jalan sempit.
  • Concrete Pump Longboom: Jenis ini diperuntukkan bagi pengerjaan bangunan-bangunan tinggi, seperti ruko/perkantoran 5 sampai 8 lantai. Namun demikian, concrete pump longboom dibagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu ada concrete pump longboom yang memiliki panjang belalai hingga 27 meter dan cocok untuk pengerjaan bangunan 4 lantai atau di atas 20 meter, concrete pump super longboomyang memiliki panjang belalai dari 32 meter hingga 36 meter, dan concrete pump master longboom dengan belalainya yang mencapai 46 meter. Semakin panjang pipa penghantar atau belalainya, semakin besar pula tekanan dari masing-masing pompa.
pxhere.com

Apa yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Menyewa Concrete Pump?

Penting untuk diperhatikan, jenis concrete pump yang dipilih harus sesuai dengan konstruksi yang akan dibangun. Sebab, jika struktur zona pada rencana pembangunan Anda tidak cocok dengan settingan pompa, maka pengecoran otomatis tidak dapat dilakukan atau dijalankan. Anda harus senantiasa membayar padat sewanya. Untuk itu, antisipasi terlebih dahulu masalah ini dengan melakukan pengukuran pasti dan survey terlebih dahulu sebelum melakukan order ke pihak penyewaan.

Tips memilih concrete pump yang kedua, Anda tidak perlu membeli concrete pump untuk membangun konstruksi. Anda cukup melakukan sewa concrete pump, karena sudah banyak yang melakukannya dan membuka jasa sewanya juga. Sebab, para kontraktor tidak menggunakan secara terus-terusan. Sayang jika menghabiskan budget untuk pembelian alat concrete pump.

Ketiga, dengan banyaknya permintaan sewa concrete pump untuk berbagai keperluan pembangunan, para kontraktor yang membutuhkan jasa penyewaan concrete pump ini perlu melihat perusahaan jasa penyewaan concrete pump dengan mutu yang baik dan terpercaya. Anda bisa melihat dari berapa banyak pengalaman dan review beberapa customer mereka.

pxhere.com

Anda juga bisa melihat dari website perusahaan penyewaan. Biasanya perusahaan penyewaan alat berat untuk bangunan yang memiliki website, lebih profesional. Sementara yang tidak, Anda harus survey atau melihat langsung penyimpanan barang atau perusahaannya.

Kini memang alat penyewaan concrete pump semakin mudah ditemukan. Karena itulah, Anda sebagai kontraktor dan pemilik bangunan, harus cerdas dan selektif dalam memilih perusahaan jasa penyewaannya yang terbaik. Salah-salah, malah rugi besar yang didapat. Sebab, harga sewanya lumayan dan biasanya menggunakan hitungan per hari pemakaian dengan kontrak perjanjian kerusakan dan berkas lainnya.

Namun, jika para kontraktor ingin lebih berhemat tanpa menyewa selama jangka waktu tertentu, memiliki alat bantu ini bisa menjadi salah satu investasi yang berharga dalam jangka panjang. Sebab, jika tidak sedang digunakan, Anda sebagai kontraktor juga bisa menyewakannya. Sebab, sudah pasti pada semua konstruksi beton, concrete pump ini sangat dibutuhkan.